Assalamualaikum wr.wb
Wahai gadis berkerudung ungu
Izinkan aku memulai kata kataku dengan sanjungan yang teramat besar untukmu. Sanjungan yang aku berikan hanya pada orang berhati mulia, yang di dalam jasadnya terdapat ciri-ciri nyata sebagai calon wanita penghuni surga. Sosok wanita yang ku lihat tak pernah menyerah untuk mencapai tujuan hidupnya, sosok wanita yang rela mengorbankan kepentingan individunya sebagai manusia demi kepentingan sahabat-sahabatnya tercinta.
Wahai wanita yang lidahnya terjaga
Aku tak tahu harus memulai kata kata ini darimana dan mengakhirinya dengan apa. Lidahku ini seperti terkunci oleh ketidakkuasaanku pada bibirku yang kelu kala bertemu denganmu. Keahlianku berkata-kata terganjal oleh aura cantik pekertimu yang membuatku malu oleh sifat-sifatku sendiri. Aku tak ubahnya seperti penjahat yang mencoba untuk memikat hati seorang putri kekaisaran surga.
Wahai wanita yang selalu mengingatkanku pada Tuhan
Terimakasih untuk selalu mengingatkanku untuk menundukan wajahku di hadapanNya sebagai makhluk Tuhan yang diciptakan hanya untuk menyembah kepadaNya. 24434, nomor itu yang setidaknya selalu kau ingatkan padaku setiap waktu. Kau datang bagai api yang menyalakan sumbu ketakwaan yang selama ini aku tinggalkan dengan tenang. Sebuah ritual yang dahulu pernah kulakukan dengan sempurna saat usiaku masih muda.
Wahai wanita yang memberikanku kisah jenaka
Ingatkah kau saat kita bersama di sma? Itulah pertama kalinya aku diberikan kesempatan untuk mengenalmu lebih dekat. Aku yang waktu itu benar benar buta tentangmu. Tak pernah bisa melupakan cerita jenaka yang kau buat untuk selalu ku ingat. Sebuah kisah tentang intuisi dan logika. Sebuah cerita yang sampai sekarang masih tertulis jelas dalam kisah hidupku tentang kebodohanmu dan teman-temanmu serta keegoisanku yang tak pernah mau mengalah jika terdapat sesuatu yang salah.
Wahai wanita cantik yang ingin aku dekati
Seandainya waktu berulang dari masa yang telah aku buang. Aku ingin mengenalmu lebih dekat hingga hati ini terasa lekat. Seandainya kata-kataku jujur di antara perilakuku yang kufur. Aku ingin mengatakan salam rindu untuk senyum di wajahmu. Dan seandainya tak ada seorang lelakipun yang memilikimu. Aku ingin sekali menjadi belahan jiwamu. Berikan aku kesempatan untuk itu. Kesempatan untuk menjadikanmu permaisuri di kerajaan cintaku.
Wahai gadis anggun nan menawan
Aku menyukaimu dari tatapan. Saat aku duduk dalam lingkaran. Menjadi pusat perhatian dengan ilmu yang akan kuberikan. Semua mata menuju padaku dengan penuh rasa ingin tahu. Tapi aku hanya melihatmu. Seorang gadis yang memberikan sorotan mata yang berbeda di antara beberapa pasang mata bola yang ada. Jika kau ingat masa itu. Harusnya kau tahu, aku hanya melihatmu… Hanya melihatmu…
Wahai wanita…!!! Mengapa engkau aku suka???
Jika kau kusuka karena kecantikanmu, aku pikir banyak wanita di dunia yang lebih darimu. Jika kau kusuka karena kebaikanmu, aku rasa jutaan wanita di dunia punya kelebihan itu. Jika kau kusuka karena senyum yang kau berikan, aku sangat yakin kalau seluruh wanita di dunia bisa memberikan senyuman. Tapi mengapa aku bisa menyukaimu? Mengapa di antara banyak jiwa wanita di dunia aku memilihmu untuk menjadi pendampingku? Jawabannya hanya satu. Karena kau adalah rusuk tulangku.
Wahai wanita..
Banyak orang mengatakan bahwa untuk memiliki wanita seperti Siti Khadijah, dia harus berperilaku seperti Baginda Nabi Muhammad. Kau dengan perilakumu yang islami mungkin tidak sepatutnya bersanding denganku yang berperawakan seperti penjahat dalam sel NAPI. Kau dengan kelembutanmu mungkin tak seharusnya bersamaku yang keras seperti batu. Tapi aku tak pedulikan itu. Aku tetap ingin bersamu. Menjadikanmu satu satunya ratu dalam kerajaan hidupku. Tentang pendapat orang yang kutera dalam kalimat pertama, aku yakin ada tabir Tuhan yang tak terungkap atas takdirNya pada setiap umat. Karena keyakinanku sekarang, kau adalah wanita yang akan menjadikanku berperilaku seperti Nabi Muhammad.
Wahai wanita yang kusuka…!!! Dengarkanlah aku berkata…!!!
Ku lihat engkau dari jauh. Kau berikan aku pesonamu. Kudekati engkau dengan langkahku. Kau berikan rintangan dalam setiap perjalananku. Kusapa engkau dengan senyumku. Kau berikan aku senyum terbaik dalam hidupmu. Kugapai engkau dengan hatiku. Kau berikan aku kepuasan terdalam saat aku berada di didekatmu. Kau adalah tujuanku. Setiap langkahku adalah proses yang harus kulalui untuk mendapatkanmu. Dan ketika aku telah berhasil menggapai hatimu. Saat itulah akan kuucapkan sebuah kalimat dengan suara lantang tanpa beban.
(28 APRIL 2010)

1 komentar:
askum,,
artikel yang bagus tapi ini bukan plagiat kan??
hehhee
Posting Komentar